Sabtu, 14 Juli 2018: Ah, seandainya mereka dalam membasmi kejahatannya dan menanam kebajikannya sama rajinnya seperti bila mereka mengemukakan soal-soal, alangkah kurangnya kejahatan dan batu sandungan dalam masyarakat, serta alangkah berkurangnya pula semangat lemah dalam biara-biara! Sungguh, pada hari kiamat tidak akan dinyatakan kepada kita apakah yang telah kita baca, melainkan apakah yang telah kita perbuat. Tidak akan dinyatakan apakah kita berbahasa yang indah, tetapi apakah kita hidup di dunia dengan baik. Coba katakanlah: di mana sekarang tuan-tuan besar dan orang-orang cerdik pandai, yang semasa hidupnya kita kenal begitu baik, serta menyandang nama-nama kehormatan yang setinggi-tingginya. Orang-orang lain sudah merebut kedudukan dan menguasai kekayaan yang telah mereka tinggalkan, namun tidak tahu apakah orang-orang lain itu masih ingat kepada tuan-tuan tadi. Selama masih hidup mereka itu seolah-olah merupakan orang istimewa, tetapi sekarang sesudah meninggal dunia tidak seorang pun yang mempercakapkan mereka lagi. Sumber: Mengikuti Jejak Kristus, Penerbit Obor <www.obormedia.com>; hal. 11. Bila ingin membaca posting sebelumnya bisa akses alamat ini: https://www.sspsap-ruteng.org/mengikuti-jejak-kristus #MJK #MengikutiJejakKristus #ThomasAKempis
A post shared by DoaHarian.com (@doa.harianku) on